..............Gumpalan-gumpalan kertas di sudut kamar dengan ukuran 5x7 Meter,
dengan penerangan oleh lampu 15 Watt dan Asbak rokok yg sudah penuh tampak
tergeletak dengan abu yang mulai berserakan, botol minuman ringan yg isinya
hanya tinggal seperempat, dan suara kipas angin yang selang beberapa lama mulai
berderik karna sudah terlalu lama berputar.
Terasa suasana di dalam kamar itu begitu sunyi,
dia terdiam didepan meja yang seharusnya dia gunakan untuk belajar, meja kayu
itu seperti diam-diam memperhatikannya, di depannya hanya ada beberapa lembar
kertas kosong, sekosong pikirannya.
Dia adalah Mo, lelaki paruh baya yang sedang bersatus sebagai
seorang mahasiswa di salah satu perguruan tinggi tidak ternama di pesisir kota.
Mo adalah anak terakhir dari 4 orang bersaudara. Dia hidup jauh dari keluarga. Sebagai
seorang lelaki yg berusia kepala dua, Mo sama seperti anak muda lain nya. Dia juga
mempunyai hubungan asmara dengan seorang gadis yang tentunya cantik
(menurutnya).
“ngeeekkk… ngeeekkk…”
“ngeeekkk… ngeeekkk…”
Getar penanda pesan masuk tiba-tiba menghancurkan lamunan Mo, dia
bergegas meraih telepon gengam yang ada di atas mejanya. Dibukanya dengan
cepat, dengan hati yang berdegub kencang Mo membaca pesan teks yang ada dilayar
Hp nya.
=SELAMAT, ANDA MEMENANGKAN HADIAH PESAWAT LUAR ANGKASA DARI TELK*MSEL, PENGUNDIAN DILAKUKAN TADI MALAM DI S*TV, HUBUNGI Blab la blab la bla…..=
=SELAMAT, ANDA MEMENANGKAN HADIAH PESAWAT LUAR ANGKASA DARI TELK*MSEL, PENGUNDIAN DILAKUKAN TADI MALAM DI S*TV, HUBUNGI Blab la blab la bla…..=
“ANJING! Kenapa
sms ini yang masuk!” ujar Mo seraya memaki Hpnya sebenarnya tidak salah apa-apa.
Mo melempar Hpnya ke atas kasur yang berada tepat berada di samping mejanya, dia kembali terdiam, menatap langit dari jendela kamarnya dan nyanyian jangkrik semakin keras terengar seakan tau hati Mo sedang gundah.
Seraya menghela nafas panjang Mo pun berujar,
“apakah ini harus ku
akhiri? Secepat ini? Aahhh..” ucapnya sambil menghela nafas panjang dan
merebahkan kepalanya dia atas beberapa lembar kertas kosong, di atas meja tua
nya.Mo melempar Hpnya ke atas kasur yang berada tepat berada di samping mejanya, dia kembali terdiam, menatap langit dari jendela kamarnya dan nyanyian jangkrik semakin keras terengar seakan tau hati Mo sedang gundah.
Seraya menghela nafas panjang Mo pun berujar,
apakah sebenarnya yang terjadi dan apa yang ditunggu Mo?
*bersambung
*cerita ini dibuat atas gabungan dan pengembangan beberapa kata yang di kirim oleh teman-teman di twitter. maaf kalau ada kekurangan, saya masih sangat pemula dalam menulis.
babayy.. love you guys.
No comments:
Post a Comment
Budayakan Blog Walking yang sehat.
saling support, saling follow, saling beri komentar.
terima kasih teman-teman bloger.