Tuesday, 10 December 2013
KISAH CINTAKU TAK SEINDAH "FTV". (part 3)
.....................part 3.
Paijo terus mencari, sambil sesekali memeriksa alamat surti di tangannya, apakah alamat itu benar atau ayu ting-ting. dengan keteguhan jiwa dia yakin itu adalah rumah belahan jiwanya.
paijo terduduk di halaman rumah surti, termenung, sesekali memejamkan mata dan menanti keajaiban, kekasihnya akan muncul di hadapannya.
tapi semua itu sia-sia, tidak ada tanda-tanda surti akan muncul. hati paijo semakin patah, hancur lebur tak bersisa. membayangkan perjuangannya sampai ke tempat itu saja dia tidak kuat. tapi apa yang ia dapat setelah semua perjuangan yg dilakukannya? hanya rumah yang terkunci.
"apakah hati surti sudah seperti rumah ini? terkunci untuk kumasuki.." ujar paijo di dalam hati.
ingin ia menangis, tetapi air matanya tak mau keluar. diluar paijo kelihatan diam, tapi didalam, hatinya terisak. perasaan jengkel, marah, dan sedih melebur menjadi satu. tangisan tak bersuara pun terjadi juga.
dengan keputusasaan bergelantung di kakinya, paijo mulai berdiri, dan melangkahkan kakinya langkak demi langkah.
matahari hampir tenggelam di ufuk barat, warna jingga sinar mentari senja menyinari wajah paijo yang kurang lebih setampan aktor korea itu, park ji sung.
dalam pikirannya dia hanya ingin lari, lari dari semua kenyataan ini. lari menjauh dari kehidupan surti. memulai hidup baru di tempat ia tak akan mendengar nama surti lagi. ke planet named.
ciiiittt... teet.teettt..
sebuah mobil hampir menabraknya, paijo menoleh ke arah mobil tersebut. samar-samar terlihat didalamnya
terdapat sepasang kekasih. dengan kaca film 80, wajah keduanya sangat susah untuk dilihat. paijo menepi berasamaan dengan PDnya juga menepi.
mobil itu pun berlalu, dan paijo pun melanjutkan melangkahkan kakinya. langkah demi langkah, hingga tak terasa sudah 90 KM dia lalui.
"SEPEDAKU!!!" Paijo terperanjat, dia ingat sepedanya yang ia parkir di depan rumah surti. karna paijo bukan tipe lelaki yang ''make pas ada perlunya, dan ninggalin pas udah gag dibutuhin lagi"
ia berlari sekuat tenaga, berlari untuk menjemput sepedanya, dengan sesekali berhenti untuk godain abg-abg nongkrong.
jam 10:12 paijo akhinya sampai di halaman rumah surti, dengan betis segede tabung gas lpg.
dilihat sepedanya masih parkir dengan elegan di halaman rumah surti, tetapi ada yang berbeda.
Mobil yang tadi sore hampir menabraknya juga terparkir disana. paijo heran, saya heran,dan kamu juga mungkin heran. mobil siapakah itu? mengapa ada di halaman rumah surti?
ia pun menoleh ke arah rumah calon mantannya itu, lampu rumahnya menyala. gemboknya sudah dibuka.
paijo tak mau berburuk sangka, mungkin di dalam surti bersama teman kampusnya, sedang main ABC 5 dasar.
semangatnya kembali membara, dia kembali yakin bahwa itu surti dan sedang menungunya. setangkup senyuman pun tersaji di wajahnya. paijo memberanikan diri berjalan ke arah pintu rumah surti. dengan percaya diri tinggi, paijo pun mengetuk pintu tersebut.
dan yang ditunggunya terjadi juga, terdengar langkah orang dari dalam dan suara gagang pintu dibuka. ...ceklaakk
"SURTI..!!" ucap paijo kegirangan.
kekasih hati yang hampir menjadi calon mantannya itu berdiri dihadapannya, dengan kancing atas baju tak terpasang dan rambut berantakan. dan surti pun heran,
" Kamu? kok kamu ada disini? bukannya kamu di amrik?" ujar surti seraya membetulkan baju dan rambutnya.
"aku pulang sayang, aku pulang untuk menemui mu.." jawab paijo.
"aku kangen kamu.. aku sempat putus asa liat rumah kamu tadi siang digembok, aku pikir kamu udah pindah ke pluto. sukurlah kamu masih disini.." tambah paijo seraya membentangkan tangannya akan memeluk surti.
surti mengelak, paijo terperanjat, karna ternyata pelukannya nyasar ke seorang cowok di belakang surti.
cowok itu merapikan bajunya, dan menaikan sleting celananya, dan berkata,
"siapa kamu? malam-malam bertamu, gag sopan!" tegasnya.
paijo keheranan, seharusnya dia yang menanyakan siapa lelaki itu, pikiranya mulai tak tenang.
'' sayang, ini siapa?" tanya paijo pada surti.
"maaf, aku udah gag bisa lagi menahanya sakitnya LDRan, walau aku udah nyoba buat bertahan, tapi semua sia-sia. aku tau, kamu selalu memberikan perhatian. tapi, yang perhatian akan kalah oleh yang selalu ada. kita putus.." jelas surti sambil memeluk tangan cowok yang berada di sampingnya.
JEDEEERRRR...!!!! JEBBRETTTT!! AHAY..
hati paijo yang tadinya sudah hancur lebur, sekarang semakin hancur, hancur sehalus-halusnya, terbang bagai debu hingga tak bersisa. marah, benci, sakit, kecewa, lapar, ngantuk, dan konak. semuanya melebur jadi satu. dunia seakan sudah berakhir, ingin ia berlari ke stasiun dan menabrakan dirinya ke odang-odong yang ada disana.bukan kereta karna kalau ditabrak kereta pasti mati.
surti pun menutup pintunya dengan pelan, dan menutupnya, tanpa ada kata-kata perpisahan yang ia berikan, paijo termenung, dengan hati yg sudah menjadi debu, ia berbalik. mulai melangkahkan kami.
pandangannya kosong. dia hanya melangkah.
ia mengambil sepedanya, mendorongnya dan, berlalu.
ia berjalan lagi, mukanya sangat lusuh, tas carier yg berat masih disandangnya.
paijo terdiam, lalu jatuh tersungkur, berlutut, dan dia mulai menangis. berharap hujan segera turun agar tidak ada yg tahu ia sedang menangis. tapi hujan tak datang. kini tangisannya semakin dalam, hujan atau tidak ia tak peduli lagi, ia hanya ingin menangis, menangisi semua kebodohannya, semua kekecewaanya. dia tergolek, memeluk tas carier nya.. ia mulai lemas tak berdaya..
..............................................................
"dok, bagaimana dengan pasien ini? "
"hubungi segera keluarganya, kalau tidak siapa yang akan membayar biaya pengobatannya?"
"tapi pasien ini harus di tolong secepatnya dok, identitasnya tidak ditemukan, tapi cuma alamat ini yang ada di saku celananya"
...........................................................
ternyata paijo dilindas pengendara mabuk saat ia pingsan di tepi jalan, mobil itu kabur, beberapa pengguna jalan memanggil ambulan untuknya.
identitas paijo tidak ditemukan,. hanya alamat dan nomer telpon surti yang ada di kantog celananya.
tapi, mungkin ini yang diharapkan paijo, ia menghembuskan nafas malam itu karna terlambatnya pengobatan. paijo pun pergi.. meninggalkan dunia, dan kembali ke cinta sejatinya, penciptanya yang paling mulia, tuhan yang maha esa.
surti pun akhirny datang, tapi sudah terlambat. ia hanya menerima tas carier paijo, karna pihak rumah sakit tidak tahu kepada siapa tas itu harus diserahkan.
di dalam hati surti meyesal karna sudah membuat paijo semenderita itu, setelah memberikan alamat keluarga paijo ke pihak rumah sakit, surti pun pulang.
sesampainya dirumah, surti membuka tas itu, dan menemukan ijazah dan selembar kertas yang berisi coretan kata-kata. ternyata paijo telah lulus kuliah dan pulang untuk sekalian melamar surti.
tangisannya pecah, tapi semua sudah terlambat, paijo telah kembali ke cinta sejatinya,di alam sana.
hanya penyesalan yang ada di hati surti, dan itu mungkin akan menghantuinya, SE UMUR HIDUP.
....TAMAT.....
mungkin memang, yang selalu ada akan mengalahkan yang selalu perhatian, tapi apakah yang selalu ada akan selalu perhatian disaat dia jauh? think again!
Terima kasih sudah membaca cerita ini, walaupun ceritanya agak ngawur, yang penting bisa menghibur. disini gunung disana gunung, di tegah2nya pulau jawa, selamat malam. -__-''
thank's for read and visiting, thank you so much guys..
Label: tips dan informasi
CERITA LUCU
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment
Budayakan Blog Walking yang sehat.
saling support, saling follow, saling beri komentar.
terima kasih teman-teman bloger.