Friday, 4 March 2016

[HATI-HATI] BERSOSIAL MEDIA BISA MEMBUATMU DI PENJARA!



google.image

               Undang-undang ITE sekarang akan membuatmu tidak bisa membuatmu sefrontal dulu lagi di media soasi, pasalnya sejak disahkan nya undang-undang ini sudah banyak yang terjerat akibat kecerobohan dan terlalu bebas di media sosial.jangan sampai kegiatan mu di media sosial malah membawa mu ke penjara.
berikut beberapa tis agar kamu tidak terjerat undang-undang ITE yang dirangkum oleh ments.arc khusus untuk kamu.

1. JANGAN MEM-POSTING APAPUN DALAM KEADAAN MARAH
google.image
Meluapkan kemarahan di media sosial terkadang memang bisa membuat kita sedikit plong, dengan kata lain sosmed menjadi teman curhat yang baik, karna dia tidak akan memberikan bantahan dan nasihat yang malah membuat kamu semakin emosi. akan tetapi banyak orang yang tidak menyadari jika sudah memposting sesuatu di sosmed berarti kita sudah menceritakan masalah kita pada semua orang, terlebih lagi sosmed kamu berkategori umum yang bisa dilihat semua orang meskipun bukan teman/kenalan. sebaiknya jangan terlalu banyak curhat di sosmed apalagi mengenai aib dan masalah internal kamu dengan keluarga atapun pasangan. (jomblo jgn marah).
Orang bijak pernah berkata; "Jempolmu Harimau mu"- jabir,25, kang somay.

2. JANGAN MENGUNAKAN KATA-KATA KASAR
google.image
Kata-kata kasar adalah kata-kata yang sering melakukan kekerasan fisik, kasar! cewek gak suka cowok kasar!! - Intan,18,Cabemuda

Bukan-bukan, maaf sepertinya intan nya baper, yang dimaksud kata-kata kasar disini adalah kamu memposting umpatan-umpatan kasar yang seharusnya tidak kamu ucapkan dalam keseharian karna akan membuat orang tersakiti. jika kamu memposting perkataan kasar ini maka kamu akan melanggar norma yang berlaku, apalagi umpatan itu kamu tujukan kepada seseorang yang memperkarakan hal tersebut, siap-siap di bui karna kamu akan dijerat UU ITE.

3. JANGAN SARA
sarah
BUKAN! Bukan sarah yang itu, itu mah sarah anaknya pak haji! -_____-''

SARA disini maksudnya adalah Suku Agama dan Ras. atau biasa dibilang racist oleh orang zimbabwe sana. Sebenarnya sara cukup sering kita temukan di sosial media, apalagi kalau ada pemilu atau pilpres, maka isu sara akan semakin banyak dihembuskan. hal ini sangat bertentangan dengan UU ITE Pasal 28 ayat (2) yang berbunyi; 


“Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA)”.

Nah, sebagai rakyat indonesia yang sadar akan keberagaman di negara tercinta kita ini, seharusnya sara adalah hal yang sama-sama harus kita hindari, dan jikapun kamu tetap nekat menghembuskan isu-isu sara di media sosial siap-siap saja dijerat UU ITE.

4. DUNIA MAYA = DUNIA NYATA
kaskus.co.id
Mungkin bagi sebagian orang dunia maya adalah tempat pelarian dari kehidupan nyata mereka, disana mereka bebas posting, upload, dan bagikan apapun yang mereka suka, tapi ketahuilah, serapat apapun kamu menyamar di media sosial identitas kamu bisa dilacak oleh para ahli. jadi jangan sembarangan berbuat di media sosial karna kamu tetap di awasi seperti di dunia nyta.


5. PORNOGRAFI
Yap benar, ini adalah masalah dari zaman internet mulai booming di negeri ini, mungkin penjelasan nya sudah sangat hapal di kepala kita masing-masing, Ments.arc tidak perlu mendeskripsikan nya lagi,pokoknya SAY NO TO PORN!




nah itu dia beberapa tips yang Ments.arc bisa share kali ini, pokoknya jangan sampai kegiatan kamu di media sosial malah menjadi buah simalakama yang bisa membuatmu merasakan dinginnya penjara. tetaplah menjadi pengguna internet yang positif, jangan lupa share ke teman-teman lain agar tidak ada yang terjerat UU ITE ini. 

silahkan comment dibawah, pasti dibalas jika team kami tidak sibuk. BhaBhaii....








Thursday, 3 March 2016

EKSTRAKSI PADAT CAIR DAN OPERASI LEACHING

Ekstraksi padat cair adalah suatu proses pemisahan konstituen yang dapat larut (solute) pada suatu campuran padat dengan menggunakan pelarut atau dengan kata lain merupakan suatu proses pemisahan zat yang dapat larut dari campurannya dengan padatan lain yang tidak dapat larut (inert) dengan menggunakan pelarut cair. Untuk membedakan dengan ekstraksi cair cair, maka proses ini sering disebut dengan leaching. Ekstraksi padat cair maupun ekstraksi cair-cair pada prinsipnya sama yaitu pemisahan dua macam zat cair dari suatu padatan dengan bantuan zat cair yang disebut (solvent).

Banyak proses biologi, inorganik dan substansi organik terjadi dalam campuran dengan komponen yang berbeda dalam solid. Tujuannya adalah untuk memisahkan campuran solute atau menghilangkan komponen solute yang tidak diinginkan fase solid, solid dikontakkan dengan fase cair. Dua fase ini dikontakkan dengan intim dan solute dapat mendifusi dari fase solid ke fase cair yang mana menyebabkan pemisahan original komponen dalam solid. Proses ini disebut liquid-solid leaching atau leaching sederhana. Istilah ekstraksi juga digunakan untuk mendeskripsikan unit operasi, meskipun itu juga mengarah pada liquid-liquid. Dalam leaching ketika komponen yang tidak diinginkan dihilangkan dari solid dengan menggunakan air, proses ini disebut washing (pencucian) (Geankoplis, 1997: 723).


Leaching ialah suatu perlakuan istimewa dalam satu atau lebih komponen padatan yang terdapat pada suatu larutan. Dalam unit operasi, leaching merupakan salah satu cara tertua dalam industri kimia yang pemberian namanya tergantung dari cara yang digunakan. Industri metalurgi ialah pengguna terbesar operasi leaching ini. Dalam penggunaan campuran mineral dalam jumlah besar dan tak terhingga leaching dipakai sebagai pemisah. Contohnya tembaga yang terkandung dalam biji besi dileaching dengan asam sulfat atau amoniak, dan emas dipisahkan dengan larutan sodium sianida. Leaching memainkan peranan penting dalam proses metalurgi alumunium, cobalt, mangan, nikel dan timah (Tim Dosen Teknik Kimia, 2009: 45). Ektraksi padat-cair juga digunakan dalam industri dalam manufaktur dari kopi instan untuk menutup kembali pelarut kopi dari lingkungan sekitar. Aplikasi lainnya dalam dunia industri termasuk ekstraksi minyak kacang kedelai menggunakan heksane sebagai pelarut dan discovery dari uranium dai ores low grade dengan ekstraksi dengan asam sulfur atau sodium karbonat (Foust dkk, 1980: 15-16).

Bila zat padat itu membentuk massa terbuka yang permeabel atau telus (permeable) selama proses leaching itu, pelarutnya mungkin berperkolasi (mengalir melalui rongga-rongga) dalam hamparan zat padat yang tidak teraduk. Dengan zat padat yang tak permeabel yang tersintrgasi pada waktu proses leaching, zat padat itu terdispersi (tersebar) ke dalam pelarut, dan dipisah kemudian dari pelarut itu. Kedua metode itu dapat dilaksanakan dengan sistem tumpak (batch) maupun continue (sinambung) (Mc Cabe dkk, 1994: 80).

Dalam beberapa kasus leaching hamaparan zat padat, pelarutnya mungkin bersifat mudah menguap, sehingga operasinya memerlukan tangki tertutup di bawah tekanan. Tekanan diperlukan pula untuk mendorong pelarut melalui zat padat yang kuran permeabel. Deretan tangki bertekanan, yang dioperasikan dengan aliran pelarut arus lawan-arah dinamakan baterai difusi (diffusion battery).                    Pengurasan dengan hamparan bergerak melalui pelarut tanpa pengadukan atau dengan sedikit sekali pengadukan. Ekstraktor Bollman mempunyai elevator yang ditempatkan dalam suatu rumahan. Ember-ember itu berlubang-lubang dasarnya.
Operasi Leaching
Ada beberapa jenis metode operasi leaching, yaitu:
1.    Operasi dengan sistem bertahap tunggal dalaam metode ini pengontakan antara padatan dan pelarut dilakukan sekaligus dan kemudian disusul dengan pemisahan larutan dari padatan sisa. Cara ini jarang ditemui dalam operasi industri, karena perolehan solute yang rendah.

2.    Operasi continue dengan sistem bertahap banyak dengan aliran berlawanan (countercurrent) dalam sistem ini aliran bawah dan atas mengalir secara berlawanan. Operasi ini dimulai pada tahap pertama dengan mengontakkan larutan pekat, yang merupakan aliran atas tahap kedua, dan padatan baru, operasi berakhir pada tahap ke n (tahap terakhir), dimana terjadi pencampuran antara pelarut baru dan padatan yang berasal dari tahap ke-n (n-1). Sistem ini memungkinkan kecepatan didapatnya perolehan solute yang tinggi, sehingga banyak digunakan di dalam industri (Treyball, 1985: 719).

MENGHITUNG LOSSES PADA UNIT STERILIZER PADA PENGOLAHAN MINYAK SAWIT


      Produksi minyak CPO ada beberapa tahapan proses penting yang harus di lakukan di berbagai uni, salah satunya adalah unit perebusan yang terjadi pada unit sterilizer. dalam merebus buah sawit ini, akan ada beberapa perhitungan penting untuk mengitung kehilangan (losses). berikut adalah contoh perhitungan losses yang terjadi pada unit sterilizer.

1.      Menghitung kehilangan berat Tandan Buah Segar (TBS), persentase berat Tandan Buah Masak (TBM) dan kadar air TBM setelah perebusan.
(Tabel III.1)
Rumus perhitungan :
  1. Menghitung kehilangan berat tandan buah segar
Kehilangan berat = (Berat TBS awal) – (Berat TBS setelah perebusan)
                             = 17 Kg – 14,4 Kg
                             = 26 Kg
  1. Menghitung persentase tandan buah masak
% TBM = Berat TBS setelah perebusan   x 100 %
                        Berat TBS Awal
              = 14,4 Kg x 100 %
                 17    Kg
              = 84,70 %



  1. Menghitung kadar air tandan buah masak
Kadar Air Nut
·         Berat cawan          = 67,0364 gr
·         Berat nut basah     = 101,3382 gr – 67,0364 gr
= 34,3017 gr
·         Berat nut kering    = 96,3385 gr – 67,0364 gr
= 29,3021 gr
% Kadar Air =  Berat basah – Berat kering  x 100 %
                                    Berat Basah
                            = 34,3017 gr – 29,3021 gr  x 100 %
                                         34,3017 gr
                            = 14,57 %
Kadar Air Daging Buah Masak
·         Berat cawan          = 41,8407 gr
·         Berat basah           = 74,7635 gr – 41,8407 gr
= 32,9228 gr
·         Berat kering          = 70,4877 gr – 41,8407 gr
= 28,647 gr
% Kadar Air =  Berat basah – Berat kering  x 100 %
                                    Berat Basah
                            = 32,9228 gr – 28,647 gr  x 100 %
                                         32,9228 gr
                            = 12,98 %


Jadi, Kadar air total = Kadar air nut + Kadar air daging buah masak
                                 = 14,57 % + 12,98 % = 13,77 %
                                                   2
                                                                       
2.      Menghitung persentase kebutuhan steam untuk  setiap sekali perebusan. (Tabel III.2)
·         Waktu perebusan        : 95 menit
·         Massa steam                : 9,1 Ton/Jam
·         Massa steam  = 0,1516 Ton
  60 menit
·         0,1516 Ton  = 14,40 Ton untuk setiap sekali perebusan
  95 menit

Rumus perhitungan :
% Massa steam =        Steam flow          x 100 %  
                              Kapasitas perebusan
                           =  14,40 Ton  x 100 %
                                 70 Ton
                           = 20,58 %


                        
3.      Menghitung volume dan persentase massa kondensat. (Tabel III.3)
Rumus perhitungan :
  1. Menghitung volume kondensat
Volume = Panjang kolam x lebar kolam x tinggi kondensat dalam kolam
              = 4,60 m x 2,60 m x 1,63 m
              = 19,49 m³
  1. Persentase massa kondensat
·         Massa         = densitas kondensat x volume kondensat
             = 0,9855 Ton/m³ x 19,49 m³
             = 19,20 Ton
·         % Massa    =     massa kondensat     x 100 %
                       Kapasitas perebusan
                  = 19,20 Ton x 100 %
                       70 Ton
                  = 27,42 %

4.      Menghitung oil losses pada kondensat. (Tabel III.5)
Tahap Awal
a.       Di ambil sampel kondensat sebanyak 10 gram dari sterilizer
b.      Terlebih dahulu timbang gelas piala neraca analitik sebagai wadah sampel
c.       Selanjutnya sampel di masukkan ke dalam oven selama ± 3 jam
d.      Kemudian sampel dikeluarkan dari oven, didinginkan, dan timbang kembali.
e.       Hitung % kadar air
 Tahap Ekstraksi
  1. Masukkan sampel kondensat ke dalam selonsong 
  2. Kemudian sampel di masukkan dalam tabung ekstraksi soxhlet
  3. Lakukan ekstraksi dengan menggunakan pelarut hexane selama 5 jam pada suhu 40 – 60 0C dengan alat ekstraksi soxhlet.
  4. Pisahkan minyak yang diperoleh dari pelarut dengan cara distilasi.
  5. Uapkan sisa pelarut dalam minyak menggunakan oven selama ± 3 jam sampai berat minyak dalam labu konstan.
  6. Hitung persentase minyak
A.    Menghitung persentase air, minyak dan kotoran pada kondensat
·         Berat gelas piala       = 35,52 gr
·         Berat sampel basah  = 45,52 gr
·         Berat sampel kering = 36,19 gr
% Kadar Air =  Berat basah – Berat kering  x 100 %
                      Berat
       = 10 gr – 0,67 gr  x 100 %
                   10 gr
       = 93,29 %
·         Berat labu didih + pelarut + minyak (awal) = 110,26 gr
·         Berat labu didih setelah di oven (akhir)       = 109,97 gr
% Kadar Minyak =   Berat awal – Berat akhir  x 100 %
           Berat sampel basah
                                     = 110,26 gr – 109,97 gr  x 100 %
                                       45,52 gr
             = 0,64 %
% Kadar Kotoran = 100 % - (% air + % minyak)
                             = 100 % - 93,93 %
                             = 6,07 %


B.     Menghitung massa dan oil losses kondensat
·         Massa = % Massa kondensat x Kapasitas pengolahan pabrik
                = 27,42 % x 50.000 Kg/Jam
                 = 13.710 Kg/Jam
·         Oil losses = % minyak pada kondensat x Massa Kondensat
                             = 0,64 % x 13.710 Kg/Jam
                             = 87,69 Kg/Jam           


Wednesday, 2 March 2016

DISTILASI FRAKSINASI



Kali ini kita akan mempelajari salah satu mode distilasi yang biasa kita kenal dengan distilasi fraksinasi, dimana jenis distilasi inlah yang digunakan di kilang-kilang minyak yang akan menghasilkan solar, premium, minyak tanah, avtur dan BBM lain nya yang kita gunakan sehari-hari. pemisahan minyak mentah menjadi bagian-bagian untuk penggunaan khusus seperti untuk transportasi, pembangkit listrik, pemanas, dll. Udara didistilasi menjadi komponen-komponen seperti oksigen untuk penggunaan medis dan helium untuk pengisi balon. Distilasi juga telah digunakan sejak lama untuk pemekatan alkohol dengan penerapan panas terhadap larutan hasil fermentasi untuk menghasilkan minuman suling.
Distilasi atau penyulingan adalah suatu metode pemisahanbahan kimia berdasarkan perbedaan kecepatan atau kemudahan menguap (volatilitas) bahan atau didefinisikan juga teknik pemisahan kimia yang berdasarkan perbedaan titik didih. Dalam penyulingan, campuran zat dididihkan sehingga menguap, dan uap ini kemudian didinginkan kembali ke dalam bentuk cairan. Zat yang memiliki titik didihlebih rendah akan menguap lebih dulu. Metode ini merupakan termasuk unit operasi kimia jenis perpindahan massa. Penerapan proses ini didasarkan pada teori bahwa pada suatu larutan, masing-masing komponen akan menguap pada titik didihnya. Model ideal distilasi didasarkan pada Hukum Raoult dan Hukum Dalton.
Fungsi distilasi fraksionasi adalah memisahkan komponen-komponen cair, dua atau lebih, dari suatu larutan berdasarkan perbedaan titik didihnya. Distilasi ini juga dapat digunakan untuk campuran dengan perbedaan titik didih kurang dari 20 °C dan bekerja pada tekanan atmosfer atau dengan tekanan rendah. Aplikasi dari distilasi jenis ini digunakan pada industri minyak mentah, untuk memisahkan komponen-komponen dalam minyak mentah.

Perbedaan distilasi fraksionasi dan distilasi sederhana adalah adanya kolom fraksionasi. Di kolom ini terjadi pemanasan secara bertahap dengan suhu yang berbeda-beda pada setiap platnya. Pemanasan yang berbeda-beda ini bertujuan untuk pemurnian distilat yang lebih dari plat-plat di bawahnya. Semakin ke atas, semakin tidak volatil cairannya. 

DISTILASI SEDERHANA


Distilasi atau penyulingan adalah suatu metode pemisahanbahan kimia berdasarkan perbedaan kecepatan atau kemudahan menguap (volatilitas) bahan atau didefinisikan juga teknik pemisahan kimia yang berdasarkan perbedaan titik didih. Dalam penyulingan, campuran zat dididihkan sehingga menguap, dan uap ini kemudian didinginkan kembali ke dalam bentuk cairan. Zat yang memiliki titik didihlebih rendah akan menguap lebih dulu. Metode ini merupakan termasuk unit operasi kimia jenis perpindahan massa. Penerapan proses ini didasarkan pada teori bahwa pada suatu larutan, masing-masing komponen akan menguap pada titik didihnya. Model ideal distilasi didasarkan pada Hukum Raoult dan Hukum Dalton.

Distilasi adalah suatu teknik yang digunakan untuk memisahkan dan memurnikan cairan. Distilasi terdiri dari pemanasan cairan sampai pada titik didihnya, penghantaran uap pada alat pendingin dimana terjadi kondensasi dan mengambil zat yang telah terkondensasi.

Distilasi juga merupakan suatu perubahan cairan menjadi uap dan uap tersebut didinginkan kembali menjadi cairan. Unit operasi distilasi merupakan metode yang digunakan untuk memisahkan komponen-komponennya yang terdapat dalam salah satu larutan atau campuran dan bergantung pada distribusi komponen-komponen tersebu antara fasa uap dan fasa air. Syarat utama dalam operasi pemisahan komponenkomponen dengan cara distilasi adalai komposisi uap harus berbeda dengan komposisi cairan dengan terjadi keseimbangan larutan-larutan, dengan komponen-komponennya cukup dapat menguap. Bila zat non volatil dilarutkan ke dalam suatu zat cair tersebut akan turun. Hukum raoult menyataka bahwa tekanan masing-masing komponen berbanding langsung dengan fraksi molnya.

Apabila yang didinginkan adalah bagian campuran yang tidak teruapkan dan bukan destilatnya, maka proses tersebut biasanya dinamakan pengentalan dengan evaporasi. Dalam hal ini sering kali bukan pemisahan yang sempurna yang dikehendaki, melainkan peningkatan konsentrasi bahan-bahan yang terlarut dengan cara menguapkan sebagian dari pelarut. Sering kali distilasi digunakan semta-mata sebagai tahap awal dari suatu proses rektifikasi. Dalam hal ini campuran dipisahkan menjadi dua, yaitu bagian yang mudah menguap dan bagian yang sukar menguap.
Kemudian masing-masing bagian diolah lebih lanjut dengan cara rektifikasi. Uap yang dikeluarkan dari campuran disebut sebagai uap bebas, kondensat yang jatuh sebagai destilat dari bagian cairan yang tidak menguap sebagai residu. Biasanya destilat digunakan untuk menarik senyawa organic yang titik didihnya dibawah 250 0C, pendistilasian senyawa-senyawa yang titik didihnya tinggi dikuatirkan akan rusak oleh pemanasan sehingga tidak cocok untuk ditarik dengan teknik distilasi. Distilasi merupakan cara yang penting untuk melakukan pemisahan campuran atau senyawa dalam skala besar. Dari pencampuran air dan penerimaan uap dalam sebuah pemisahan campuran, molekul dalam gerakan tetap dan cenderung lepas dari permukaan fase uap. Dalam temperatur yang tepat, pelarian fenomena akan dilanjutkan ke kotak campuran yang dibatasi dengan uap basah. Distilasi ini dikatakan normal karena tekanan campuran yang telah dipisahkan, tekanannya sama dengan tekanan udara luar yang besarnya adalah satu atm.

Distilasi normal digunakan untuk memisahkan campuran volatil dari bahan yang tidak volatil. Itu dibuat dari cairan yang mendidih dan uap yang disimpan di dalam sebuah penerima hasil distilasi yang telah siap dilanjutkan dalam kotak pemisah. Pengaruh dari penambahan kolom fraksinasi akan mempersingkat beberapa pekerjaan pemisah dari distilasi biasa hanya menjadi satu pekerjaan. Proses distilasi berlangsung dimana uap cairan akan menjadi cairan di dalam kondensor pendingin. Cairan yang menjadi uap merupakan senyawa murni yang terpisah dari campurannya dan dari zat pengkotamin atau penyetor. Jika semua cairan sudah terpisah maka terdapat residu yang bersifat padatan. Hasil distilasi disebut distilat.

Distilasi tergantung pada temperatur zatnya, beberapa molekul zat cair memiliki energi yang cukup untuk diubah dan membuat suatu tekanan uap. Kecendrungan untuk penguapan menjadi lebih besar karena energi kinetik yang ditambah dari kenaikan temperatur. Ketika suatu cairan dipanaskan sampai tekanan uapnya sama dengan atmosfer lingkungan cairan yang mendidih, maka hal ini disebut titik didih. Besarnya perbedaan titik didih beberapa senyawa berbanding lurus dengan tingkat kemudahan pemisahannya. Semakin besar perbedaan titik didih akan semakin mudah pula pemisahan senyawa tersebut. Dan sebaliknya, apabila perbedaan titik didih kecil maka akan semakin sulit pula pemisahan senyawa tersebut.

Proses distilasi bisa dikerjakan dalam satu langkah menggunakan sebuah kolom fractionating antara botol distilasi dan alat kondensor. Salah satu tipe dari kolom adalah pipa vertilkal panjang yang sederhana dengan gelas embun atau material lembam lainnya. Sebuah tipe fractionating setelah mendistilasi sebuah cairan bias dilanjutkan. Kondensasi dan penguapan diulangi beberapa kali sebelum air bereaksi di kkondensor atau alat pendingin, akibatnya komponen terpisah dalam jumlah yang besar dari larutannya. Proses ini disebut distilasi fraksinasi. Untuk menggambarkan perbedaan ciri khas di antara sebuah zat dan sebuah larutan dilakukan dengan menguji dua cairan homogen sehingga berubah sifatnya menjadi gas oleh pemanasan dan kemudian didinginkan. Proses inilah yang disebut distilasi.

Hal-hal yang perlu diperhatikan pada waktu proses distilasi :
1.      Termometer : termometer yang digunakan sebaiknya tidak dimasukan sampai mendekati larutan, tetapi hanya diatas permukaan.

2.      Disetiap terjadinya kenaikan suhu uap, lakukan penggantian wadah penampung distilat.