Thursday, 31 March 2016
Tuesday, 22 March 2016
Monday, 21 March 2016
Friday, 4 March 2016
[HATI-HATI] BERSOSIAL MEDIA BISA MEMBUATMU DI PENJARA!
![]() |
| google.image |
Undang-undang ITE sekarang akan membuatmu tidak bisa membuatmu sefrontal dulu lagi di media soasi, pasalnya sejak disahkan nya undang-undang ini sudah banyak yang terjerat akibat kecerobohan dan terlalu bebas di media sosial.jangan sampai kegiatan mu di media sosial malah membawa mu ke penjara.
berikut beberapa tis agar kamu tidak terjerat undang-undang ITE yang dirangkum oleh ments.arc khusus untuk kamu.
1. JANGAN MEM-POSTING APAPUN DALAM KEADAAN MARAH
![]() |
| google.image |
Orang bijak pernah berkata; "Jempolmu Harimau mu"- jabir,25, kang somay.
2. JANGAN MENGUNAKAN KATA-KATA KASAR
![]() |
| google.image |
Bukan-bukan, maaf sepertinya intan nya baper, yang dimaksud kata-kata kasar disini adalah kamu memposting umpatan-umpatan kasar yang seharusnya tidak kamu ucapkan dalam keseharian karna akan membuat orang tersakiti. jika kamu memposting perkataan kasar ini maka kamu akan melanggar norma yang berlaku, apalagi umpatan itu kamu tujukan kepada seseorang yang memperkarakan hal tersebut, siap-siap di bui karna kamu akan dijerat UU ITE.
3. JANGAN SARA
![]() |
| sarah |
SARA disini maksudnya adalah Suku Agama dan Ras. atau biasa dibilang racist oleh orang zimbabwe sana. Sebenarnya sara cukup sering kita temukan di sosial media, apalagi kalau ada pemilu atau pilpres, maka isu sara akan semakin banyak dihembuskan. hal ini sangat bertentangan dengan UU ITE Pasal 28 ayat (2) yang berbunyi;
“Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA)”.
Nah, sebagai rakyat indonesia yang sadar akan keberagaman di negara tercinta kita ini, seharusnya sara adalah hal yang sama-sama harus kita hindari, dan jikapun kamu tetap nekat menghembuskan isu-isu sara di media sosial siap-siap saja dijerat UU ITE.
4. DUNIA MAYA = DUNIA NYATA
![]() |
| kaskus.co.id |
Mungkin bagi sebagian orang dunia maya adalah tempat pelarian dari kehidupan nyata mereka, disana mereka bebas posting, upload, dan bagikan apapun yang mereka suka, tapi ketahuilah, serapat apapun kamu menyamar di media sosial identitas kamu bisa dilacak oleh para ahli. jadi jangan sembarangan berbuat di media sosial karna kamu tetap di awasi seperti di dunia nyta.
5. PORNOGRAFI
Yap benar, ini adalah masalah dari zaman internet mulai booming di negeri ini, mungkin penjelasan nya sudah sangat hapal di kepala kita masing-masing, Ments.arc tidak perlu mendeskripsikan nya lagi,pokoknya SAY NO TO PORN!
nah itu dia beberapa tips yang Ments.arc bisa share kali ini, pokoknya jangan sampai kegiatan kamu di media sosial malah menjadi buah simalakama yang bisa membuatmu merasakan dinginnya penjara. tetaplah menjadi pengguna internet yang positif, jangan lupa share ke teman-teman lain agar tidak ada yang terjerat UU ITE ini.
silahkan comment dibawah, pasti dibalas jika team kami tidak sibuk. BhaBhaii....
silahkan comment dibawah, pasti dibalas jika team kami tidak sibuk. BhaBhaii....
Thursday, 3 March 2016
EKSTRAKSI PADAT CAIR DAN OPERASI LEACHING
Ekstraksi
padat cair adalah suatu proses pemisahan konstituen yang dapat larut (solute) pada suatu campuran padat dengan
menggunakan pelarut atau dengan kata lain merupakan suatu proses pemisahan zat
yang dapat larut dari campurannya dengan padatan lain yang tidak dapat larut (inert) dengan menggunakan pelarut cair.
Untuk membedakan dengan ekstraksi cair cair, maka proses ini sering disebut dengan
leaching. Ekstraksi padat cair maupun
ekstraksi cair-cair pada prinsipnya sama yaitu pemisahan dua macam zat cair
dari suatu padatan dengan bantuan zat cair yang disebut (solvent).
Banyak
proses biologi, inorganik dan substansi organik terjadi dalam campuran dengan
komponen yang berbeda dalam solid.
Tujuannya adalah untuk memisahkan campuran
solute atau menghilangkan komponen solute
yang tidak diinginkan fase solid, solid dikontakkan dengan fase cair. Dua
fase ini dikontakkan dengan intim dan solute
dapat mendifusi dari fase solid ke
fase cair yang mana menyebabkan pemisahan original komponen dalam solid. Proses ini disebut liquid-solid leaching atau leaching sederhana. Istilah ekstraksi
juga digunakan untuk mendeskripsikan unit operasi, meskipun itu juga mengarah
pada liquid-liquid. Dalam leaching ketika komponen yang tidak
diinginkan dihilangkan dari solid
dengan menggunakan air, proses ini disebut washing
(pencucian) (Geankoplis, 1997: 723).
Leaching
ialah suatu perlakuan istimewa dalam satu atau lebih komponen padatan yang
terdapat pada suatu larutan. Dalam unit operasi, leaching merupakan salah satu cara tertua dalam industri kimia yang pemberian namanya
tergantung dari cara yang digunakan. Industri metalurgi ialah pengguna terbesar
operasi leaching ini. Dalam
penggunaan campuran mineral dalam jumlah besar dan tak terhingga leaching dipakai sebagai pemisah. Contohnya tembaga yang terkandung
dalam biji besi dileaching dengan
asam sulfat atau amoniak, dan emas dipisahkan dengan larutan sodium sianida. Leaching memainkan peranan penting dalam
proses metalurgi alumunium, cobalt, mangan, nikel dan timah (Tim Dosen Teknik
Kimia, 2009: 45). Ektraksi padat-cair juga digunakan dalam industri dalam
manufaktur dari kopi instan untuk menutup kembali pelarut kopi dari lingkungan
sekitar. Aplikasi lainnya dalam dunia industri termasuk ekstraksi minyak kacang kedelai
menggunakan heksane
sebagai pelarut dan discovery dari
uranium dai ores low grade dengan
ekstraksi dengan asam sulfur atau sodium karbonat (Foust dkk, 1980: 15-16).
Bila
zat padat itu membentuk massa terbuka yang permeabel atau telus (permeable) selama proses leaching itu, pelarutnya mungkin
berperkolasi (mengalir melalui rongga-rongga) dalam hamparan zat padat yang
tidak teraduk. Dengan zat padat yang tak permeabel yang tersintrgasi pada waktu
proses leaching, zat padat itu
terdispersi (tersebar) ke dalam pelarut, dan dipisah kemudian dari pelarut itu.
Kedua metode itu dapat dilaksanakan dengan sistem tumpak (batch) maupun continue
(sinambung) (Mc Cabe dkk, 1994: 80).
Dalam
beberapa kasus leaching hamaparan zat
padat, pelarutnya mungkin bersifat mudah menguap, sehingga operasinya
memerlukan tangki tertutup di bawah tekanan. Tekanan diperlukan pula untuk
mendorong pelarut melalui zat padat yang kuran permeabel. Deretan tangki
bertekanan, yang dioperasikan dengan aliran pelarut arus lawan-arah dinamakan
baterai difusi (diffusion battery). Pengurasan dengan hamparan
bergerak melalui pelarut tanpa pengadukan atau dengan sedikit sekali
pengadukan. Ekstraktor Bollman mempunyai elevator yang ditempatkan dalam suatu
rumahan. Ember-ember itu berlubang-lubang dasarnya.
Operasi
Leaching
Ada
beberapa jenis metode operasi leaching,
yaitu:
1. Operasi
dengan sistem bertahap tunggal dalaam metode ini pengontakan antara padatan dan
pelarut dilakukan sekaligus dan kemudian disusul dengan pemisahan larutan dari
padatan sisa. Cara ini jarang ditemui dalam operasi industri, karena perolehan solute yang rendah.
2. Operasi
continue
dengan sistem bertahap banyak dengan aliran berlawanan (countercurrent) dalam sistem ini aliran bawah dan atas mengalir
secara berlawanan. Operasi ini dimulai pada tahap pertama dengan mengontakkan
larutan pekat, yang merupakan aliran atas tahap kedua, dan padatan baru,
operasi berakhir pada tahap ke n (tahap terakhir), dimana terjadi pencampuran
antara pelarut baru dan padatan yang berasal dari tahap ke-n (n-1). Sistem ini
memungkinkan kecepatan didapatnya perolehan solute
yang tinggi, sehingga banyak digunakan di dalam industri (Treyball, 1985: 719).
MENGHITUNG LOSSES PADA UNIT STERILIZER PADA PENGOLAHAN MINYAK SAWIT
Produksi minyak CPO ada beberapa tahapan proses penting yang harus di lakukan di berbagai uni, salah satunya adalah unit perebusan yang terjadi pada unit sterilizer. dalam merebus buah sawit ini, akan ada beberapa perhitungan penting untuk mengitung kehilangan (losses). berikut adalah contoh perhitungan losses yang terjadi pada unit sterilizer.
1.
Menghitung kehilangan berat Tandan Buah Segar (TBS),
persentase berat Tandan Buah Masak (TBM) dan kadar air TBM setelah perebusan.
(Tabel III.1)
Rumus perhitungan :
- Menghitung
kehilangan berat tandan buah segar
Kehilangan berat = (Berat TBS awal) – (Berat TBS setelah perebusan)
= 17 Kg – 14,4 Kg
=
26 Kg
- Menghitung
persentase tandan buah masak
% TBM = Berat
TBS setelah perebusan x 100 %
Berat TBS Awal
= 14,4 Kg x 100 %
17
Kg
= 84,70 %
- Menghitung
kadar air tandan buah masak
Kadar Air Nut
·
Berat cawan =
67,0364 gr
·
Berat nut basah =
101,3382 gr – 67,0364 gr
= 34,3017 gr
·
Berat nut kering = 96,3385 gr – 67,0364 gr
= 29,3021 gr
% Kadar Air
= Berat basah – Berat kering x 100 %
Berat Basah
= 34,3017 gr – 29,3021 gr x 100 %
34,3017 gr
= 14,57 %
Kadar Air Daging Buah Masak
·
Berat cawan = 41,8407 gr
·
Berat basah = 74,7635 gr – 41,8407 gr
= 32,9228 gr
·
Berat kering = 70,4877 gr – 41,8407 gr
= 28,647 gr
% Kadar Air
= Berat basah – Berat kering x 100 %
Berat Basah
= 32,9228 gr – 28,647 gr x 100 %
32,9228 gr
= 12,98 %
Jadi, Kadar air total = Kadar air nut
+ Kadar air daging buah masak
= 14,57 % + 12,98 % = 13,77 %
2
2.
Menghitung persentase kebutuhan steam untuk setiap sekali perebusan. (Tabel III.2)
·
Waktu perebusan :
95 menit
·
Massa steam : 9,1 Ton/Jam
·
Massa steam = 0,1516 Ton
60 menit
·
0,1516 Ton = 14,40 Ton untuk setiap sekali perebusan
95 menit
Rumus perhitungan :
% Massa steam = Steam flow x 100 %
Kapasitas
perebusan
=
14,40 Ton x 100 %
70 Ton
= 20,58 %
3.
Menghitung volume dan persentase massa kondensat.
(Tabel III.3)
Rumus perhitungan :
- Menghitung
volume kondensat
Volume = Panjang kolam x lebar kolam x tinggi kondensat dalam kolam
= 4,60 m x 2,60 m x 1,63 m
= 19,49 m³
- Persentase
massa kondensat
·
Massa = densitas kondensat x volume kondensat
= 0,9855 Ton/m³ x 19,49 m³
=
19,20 Ton
·
% Massa = massa
kondensat x 100 %
Kapasitas perebusan
= 19,20 Ton x 100 %
70 Ton
=
27,42 %
4.
Menghitung oil
losses pada kondensat. (Tabel III.5)
Tahap Awal
a. Di ambil
sampel kondensat sebanyak 10 gram dari sterilizer
b. Terlebih
dahulu timbang gelas piala neraca analitik sebagai wadah sampel
c. Selanjutnya
sampel di masukkan ke dalam oven selama ± 3 jam
d. Kemudian
sampel dikeluarkan dari oven, didinginkan, dan timbang kembali.
e. Hitung %
kadar air
Tahap
Ekstraksi
- Masukkan sampel kondensat ke
dalam selonsong
- Kemudian sampel di masukkan
dalam tabung ekstraksi soxhlet
- Lakukan ekstraksi dengan menggunakan
pelarut hexane selama 5 jam pada suhu 40 – 60 0C dengan alat ekstraksi
soxhlet.
- Pisahkan minyak yang diperoleh dari
pelarut dengan cara distilasi.
- Uapkan sisa pelarut dalam minyak
menggunakan oven selama ± 3 jam sampai berat minyak dalam labu konstan.
- Hitung persentase minyak
A.
Menghitung persentase air, minyak dan kotoran pada
kondensat
·
Berat gelas piala =
35,52 gr
·
Berat sampel basah =
45,52 gr
·
Berat sampel kering =
36,19 gr
% Kadar Air = Berat basah – Berat kering x 100 %
Berat
= 10 gr – 0,67 gr x 100 %
10 gr
=
93,29 %
·
Berat labu didih + pelarut + minyak (awal) = 110,26 gr
·
Berat labu didih setelah di oven (akhir) = 109,97 gr
% Kadar Minyak = Berat
awal – Berat akhir x 100 %
Berat sampel basah
= 110,26 gr – 109,97 gr x 100 %
45,52 gr
= 0,64 %
% Kadar Kotoran = 100 % - (% air + % minyak)
= 100 % - 93,93 %
= 6,07 %
B.
Menghitung massa dan oil losses kondensat
·
Massa = % Massa kondensat x Kapasitas pengolahan
pabrik
= 27,42 % x 50.000 Kg/Jam
= 13.710 Kg/Jam
·
Oil losses = % minyak
pada kondensat x Massa Kondensat
= 0,64 % x 13.710 Kg/Jam
= 87,69
Kg/Jam
Wednesday, 2 March 2016
DISTILASI FRAKSINASI
Kali ini kita akan mempelajari salah satu mode distilasi yang biasa kita kenal dengan distilasi fraksinasi, dimana jenis distilasi inlah yang digunakan di kilang-kilang minyak yang akan menghasilkan solar, premium, minyak tanah, avtur dan BBM lain nya yang kita gunakan sehari-hari. pemisahan minyak mentah menjadi bagian-bagian untuk penggunaan khusus seperti untuk transportasi,
pembangkit listrik, pemanas, dll. Udara didistilasi menjadi komponen-komponen
seperti oksigen untuk penggunaan medis dan helium untuk
pengisi balon. Distilasi juga telah digunakan sejak lama untuk pemekatan alkohol dengan
penerapan panas terhadap larutan hasil fermentasi untuk
menghasilkan minuman
suling.
Distilasi atau penyulingan
adalah suatu metode pemisahanbahan kimia berdasarkan perbedaan kecepatan atau
kemudahan menguap (volatilitas) bahan atau didefinisikan juga teknik pemisahan
kimia yang berdasarkan perbedaan titik didih. Dalam penyulingan, campuran zat
dididihkan sehingga menguap, dan uap ini kemudian didinginkan kembali ke dalam
bentuk cairan. Zat yang memiliki titik didihlebih rendah akan menguap lebih
dulu. Metode ini merupakan termasuk unit operasi kimia jenis perpindahan massa.
Penerapan proses ini didasarkan pada teori bahwa pada suatu larutan,
masing-masing komponen akan menguap pada titik didihnya. Model ideal distilasi
didasarkan pada Hukum Raoult dan Hukum Dalton.
Fungsi distilasi fraksionasi
adalah memisahkan komponen-komponen cair, dua atau
lebih, dari suatu larutan berdasarkan perbedaan titik didihnya. Distilasi ini
juga dapat digunakan untuk campuran dengan perbedaan titik didih kurang dari
20 °C dan bekerja pada tekanan atmosfer atau dengan tekanan rendah. Aplikasi dari distilasi jenis ini digunakan
pada industri minyak mentah, untuk memisahkan komponen-komponen dalam
minyak mentah.
Perbedaan distilasi fraksionasi dan distilasi sederhana adalah adanya kolom
fraksionasi. Di kolom ini terjadi pemanasan secara bertahap dengan suhu yang
berbeda-beda pada setiap platnya. Pemanasan yang berbeda-beda ini bertujuan
untuk pemurnian distilat yang lebih dari plat-plat di bawahnya.
Semakin ke atas, semakin tidak volatil cairannya.
DISTILASI SEDERHANA
Distilasi atau penyulingan
adalah suatu metode pemisahanbahan kimia berdasarkan perbedaan kecepatan atau
kemudahan menguap (volatilitas) bahan atau didefinisikan juga teknik pemisahan
kimia yang berdasarkan perbedaan titik didih. Dalam penyulingan, campuran zat
dididihkan sehingga menguap, dan uap ini kemudian didinginkan kembali ke dalam
bentuk cairan. Zat yang memiliki titik didihlebih rendah akan menguap lebih
dulu. Metode ini merupakan termasuk unit operasi kimia jenis perpindahan massa.
Penerapan proses ini didasarkan pada teori bahwa pada suatu larutan,
masing-masing komponen akan menguap pada titik didihnya. Model ideal distilasi
didasarkan pada Hukum Raoult dan Hukum Dalton.
Distilasi adalah suatu
teknik yang digunakan untuk memisahkan dan memurnikan cairan. Distilasi terdiri
dari pemanasan cairan sampai pada titik didihnya, penghantaran uap pada alat
pendingin dimana terjadi kondensasi dan mengambil zat yang telah terkondensasi.
Distilasi juga merupakan
suatu perubahan cairan menjadi uap dan uap tersebut didinginkan kembali menjadi
cairan. Unit operasi distilasi merupakan metode yang digunakan untuk memisahkan
komponen-komponennya yang terdapat dalam salah satu larutan atau campuran dan
bergantung pada distribusi komponen-komponen tersebu antara fasa uap dan fasa
air. Syarat utama dalam operasi pemisahan komponenkomponen dengan cara
distilasi adalai komposisi uap harus berbeda dengan komposisi cairan dengan
terjadi keseimbangan larutan-larutan, dengan komponen-komponennya cukup dapat
menguap. Bila zat non volatil dilarutkan ke dalam suatu zat cair tersebut akan
turun. Hukum raoult menyataka bahwa tekanan masing-masing komponen berbanding
langsung dengan fraksi molnya.
Apabila yang didinginkan
adalah bagian campuran yang tidak teruapkan dan bukan destilatnya, maka proses
tersebut biasanya dinamakan pengentalan dengan evaporasi. Dalam hal ini sering
kali bukan pemisahan yang sempurna yang dikehendaki, melainkan peningkatan
konsentrasi bahan-bahan yang terlarut dengan cara menguapkan sebagian dari pelarut.
Sering kali distilasi digunakan semta-mata sebagai tahap awal dari suatu proses
rektifikasi. Dalam hal ini campuran dipisahkan menjadi dua, yaitu bagian yang
mudah menguap dan bagian yang sukar menguap.
Kemudian masing-masing
bagian diolah lebih lanjut dengan cara rektifikasi. Uap yang dikeluarkan dari
campuran disebut sebagai uap bebas, kondensat yang jatuh sebagai destilat dari
bagian cairan yang tidak menguap sebagai residu. Biasanya destilat digunakan
untuk menarik senyawa organic yang titik didihnya dibawah 250 0C,
pendistilasian senyawa-senyawa yang titik didihnya tinggi dikuatirkan akan
rusak oleh pemanasan sehingga tidak cocok untuk ditarik dengan teknik
distilasi. Distilasi merupakan cara yang penting untuk melakukan pemisahan
campuran atau senyawa dalam skala besar. Dari pencampuran air dan penerimaan
uap dalam sebuah pemisahan campuran, molekul dalam gerakan tetap dan cenderung
lepas dari permukaan fase uap. Dalam temperatur yang tepat, pelarian fenomena
akan dilanjutkan ke kotak campuran yang dibatasi dengan uap basah. Distilasi
ini dikatakan normal karena tekanan campuran yang telah dipisahkan, tekanannya
sama dengan tekanan udara luar yang besarnya adalah satu atm.
Distilasi normal digunakan
untuk memisahkan campuran volatil dari bahan yang tidak volatil. Itu dibuat
dari cairan yang mendidih dan uap yang disimpan di dalam sebuah penerima hasil
distilasi yang telah siap dilanjutkan dalam kotak pemisah. Pengaruh dari
penambahan kolom fraksinasi akan mempersingkat beberapa pekerjaan pemisah dari
distilasi biasa hanya menjadi satu pekerjaan. Proses distilasi berlangsung
dimana uap cairan akan menjadi cairan di dalam kondensor pendingin. Cairan yang
menjadi uap merupakan senyawa murni yang terpisah dari campurannya dan dari zat
pengkotamin atau penyetor. Jika semua cairan sudah terpisah maka terdapat
residu yang bersifat padatan. Hasil distilasi disebut distilat.
Distilasi tergantung pada
temperatur zatnya, beberapa molekul zat cair memiliki energi yang cukup untuk
diubah dan membuat suatu tekanan uap. Kecendrungan untuk penguapan menjadi
lebih besar karena energi kinetik yang ditambah dari kenaikan temperatur.
Ketika suatu cairan dipanaskan sampai tekanan uapnya sama dengan atmosfer
lingkungan cairan yang mendidih, maka hal ini disebut titik didih. Besarnya
perbedaan titik didih beberapa senyawa berbanding lurus dengan tingkat
kemudahan pemisahannya. Semakin besar perbedaan titik didih akan semakin mudah
pula pemisahan senyawa tersebut. Dan sebaliknya, apabila perbedaan titik didih
kecil maka akan semakin sulit pula pemisahan senyawa tersebut.
Proses distilasi bisa
dikerjakan dalam satu langkah menggunakan sebuah kolom fractionating antara
botol distilasi dan alat kondensor. Salah satu tipe dari kolom adalah pipa
vertilkal panjang yang sederhana dengan gelas embun atau material lembam
lainnya. Sebuah tipe fractionating setelah mendistilasi sebuah cairan bias
dilanjutkan. Kondensasi dan penguapan diulangi beberapa kali sebelum air
bereaksi di kkondensor atau alat pendingin, akibatnya komponen terpisah dalam
jumlah yang besar dari larutannya. Proses ini disebut distilasi fraksinasi.
Untuk menggambarkan perbedaan ciri khas di antara sebuah zat dan sebuah larutan
dilakukan dengan menguji dua cairan homogen sehingga berubah sifatnya menjadi
gas oleh pemanasan dan kemudian didinginkan. Proses inilah yang disebut
distilasi.
Hal-hal yang perlu diperhatikan pada waktu proses
distilasi :
1.
Termometer : termometer yang digunakan sebaiknya tidak dimasukan sampai mendekati larutan, tetapi hanya diatas permukaan.
2.
Disetiap
terjadinya kenaikan suhu uap, lakukan penggantian wadah penampung distilat.
Subscribe to:
Comments (Atom)








