**
.........Surti
terperanjat atas apa yg telah dilontarkan paijo, matanya terbelalak, mulutnya
berbusa lagi..
SESUNGGUHNYA TANGISAN TANPA SUARA ADALAH TANGISAN YANG PALING PEDIH DAN BERASAL DARI HATI YANG TERDALAM.
kemudian paijo pun memegang tangan surti, menatap dalam-dalam kedalam mata surti, dan berkata " sudahlah, hapuslah ingus mu, hentikan tangis mu, aku pergi untuk kembali sayang.."
dan terdengarlah lagu "Pasto-aku pasti kembali" dari odong-odong yang sedang lewat.
*KEMUDIAN MEREKA BERPISAH*
surti dan paijo pun menjadi LDR, ribuan kilo jarak memisahkan mereka, mecekik kemesraan yang baru berjalan satu tahun itu, sangat berat untuk dijalani oleh mereka, tetapi
kesetiaan masih bercokol di hati masing-masing.
kesetiaan masih bercokol di hati masing-masing.
sebagai pasangan ldr, mereka selalu berbagi kabar, melalui telepon, sms, dan dunia maya pastinya.
paijo sering menghubungi surti, rajin ngasih kabar, dan rajin cuci cuci piring, ntah apa hubungan nyuci piring dan ngasih kabar, tapi.. ah, sudahlah.
" sayang, aku lagi belajar nih"
"sayang aku lagi main bola nih"
"sayang, aku lagi nyetir nih"
"sayang aku lagi ditaman lawang nih.. eh, salah kirim"
"sayang aku lagi jalan nih, aku lagi langkahin kaki kanan nih, sekarang kaki kiri nih, sekarang kaki kanan lagi nih,..(sejauh 148 KM)"
begitu seterusnya setiap hari, tiada hari buat paijo untuk tidak menghubungi surti.
***
6 bulan berlalu, hari-hari dilalui mereka, surti pun mulai merasa muak berhubungan jarak jauh, disaat makan, hanya suara yg menemaninya, disaat tidur, hanya boneka pemberian paijo yg dipeluknya, semua terasa tak berarti, walaupun paijo rajin menghubunginya tetapi surti merasa itu semua sia-sia. perasaan yg mulanya terasa sangat manis akhirnya berangsur-angsur menghambar.
surti pun ragu akan hubungannya ini, lalu surti update status:
"aku mulai ragu, akankah aku bisa bertahan?"
tulis surti di akun facebooknya yg bernama -SuRThi Yg ChEElalUuU MeNUnggUMoE-
(please, jangan dicari, tapi kalau ketemu, report as spam aja.)
"aku mulai ragu, akankah aku bisa bertahan?"
tulis surti di akun facebooknya yg bernama -SuRThi Yg ChEElalUuU MeNUnggUMoE-
(please, jangan dicari, tapi kalau ketemu, report as spam aja.)
karna jarang buka facebook, paijo pun tidak mengetahuinya.
lalu 2 hari kemudian surti update status lagi:
" ih, ganteng banget sih seniornya.. bawaannya pengen ketemu dia terus deh." tulis surti.
dan tak sengaja, hari itu paijo membuka facebook dan melihat status surti.
JEDEEEERRRRR,.....!!! JEBREEETT!!
lalu... paijo logout dan melanjutkan main pes, tanpa mempermasalahkan hal itu sedikit pun, karna dia merasa hal itu wajar, tanda kekasihnya masih normal.
karna merasa tak mendapatkan like dan comment dari paijo, surti jengkel, ia pun mengirimkan sms ke paijo berbunyi:
"kamu tuh ya, gag pernah peka jadi cowok..!! kayaknya lebih baik kalau tak ada lagi hubungan diantara kita"
menerima sms itu, pikiran paijo berkecamuk, hatinya tak tenang, dia mengambil sabun, lalu meletakkannya kembali, karna (buat apa ngambil sabun?-___-) ,lalu paijo mengambil sepasang kaus kakinya yg sudah tidak dicuci dari zaman firaun, dia membekapkan ke hidungnya sendiri, paijo bermaksud menenangkan pikirannya, memang itulah kebasaan paijo disaat gundah, manusia ini emang macam-macam. lalu Paijo mengemasi barang-barangnya, dan mengayuh sepeda ontelnya untuk pulang, dari amerika ke indonesia. lewat jembatan suramadu, ya, jembatan suramadu saat itu sudah diperpenjang sedikit, dari madura ke amerika.
badai menghadang, topan menerpa, rupiah turun, pasar saham meradang, harga sabun naik, eh.
tapi semua itu tak membuat perjalanan paijo terganggu, sakit hatinya mengalahkan itu semua, perasaannya berkecamuk, pikirannya selalu kepikiran sms yg dikirim surti.
lalu 2 hari kemudian surti update status lagi:
" ih, ganteng banget sih seniornya.. bawaannya pengen ketemu dia terus deh." tulis surti.
dan tak sengaja, hari itu paijo membuka facebook dan melihat status surti.
JEDEEEERRRRR,.....!!! JEBREEETT!!
lalu... paijo logout dan melanjutkan main pes, tanpa mempermasalahkan hal itu sedikit pun, karna dia merasa hal itu wajar, tanda kekasihnya masih normal.
karna merasa tak mendapatkan like dan comment dari paijo, surti jengkel, ia pun mengirimkan sms ke paijo berbunyi:
"kamu tuh ya, gag pernah peka jadi cowok..!! kayaknya lebih baik kalau tak ada lagi hubungan diantara kita"
menerima sms itu, pikiran paijo berkecamuk, hatinya tak tenang, dia mengambil sabun, lalu meletakkannya kembali, karna (buat apa ngambil sabun?-___-) ,lalu paijo mengambil sepasang kaus kakinya yg sudah tidak dicuci dari zaman firaun, dia membekapkan ke hidungnya sendiri, paijo bermaksud menenangkan pikirannya, memang itulah kebasaan paijo disaat gundah, manusia ini emang macam-macam. lalu Paijo mengemasi barang-barangnya, dan mengayuh sepeda ontelnya untuk pulang, dari amerika ke indonesia. lewat jembatan suramadu, ya, jembatan suramadu saat itu sudah diperpenjang sedikit, dari madura ke amerika.
badai menghadang, topan menerpa, rupiah turun, pasar saham meradang, harga sabun naik, eh.
tapi semua itu tak membuat perjalanan paijo terganggu, sakit hatinya mengalahkan itu semua, perasaannya berkecamuk, pikirannya selalu kepikiran sms yg dikirim surti.
paijo terus mengayuh sepedanya, berharap cepat menemui kekasih hatinya itu dan berbicara empat mata. dia ingin menunjukan bahwa dia adalah cowok yang peka, dan tak ingin hubungan ini berakhir, hari demi hari, bulan demi bulan, akhinya setelah 10 bulan, 8 hari, akhirnya paijo sampai di bandara soekarno-hatta , (entah kenapa sepeda bisa sampai kesana, cerita ini memang aneh)
dari sana paijo pun memesan taksi untuk langsung kerumah surti, tetapi tak ada supir taksi yang mau menerima paijo, karna bisa dibayangkan gimana bentuk orang yg mengayuh sepeda selama itu, tanpa mandi, tanpa makan. ya, berantakan sekali, dengan betis segede tiang listrik.
*akhinya paijo ke salon untuk memperbaiki penampilannya, dia pun di obrak abrik oleh bencong salon hingga ganteng seperti boyband lagi*
dari sana paijo pun memesan taksi untuk langsung kerumah surti, tetapi tak ada supir taksi yang mau menerima paijo, karna bisa dibayangkan gimana bentuk orang yg mengayuh sepeda selama itu, tanpa mandi, tanpa makan. ya, berantakan sekali, dengan betis segede tiang listrik.
*akhinya paijo ke salon untuk memperbaiki penampilannya, dia pun di obrak abrik oleh bencong salon hingga ganteng seperti boyband lagi*
jam 5 sore paijo pun sampai kerumah surti, dengan percaya diri, setangkai mawar merah di tangan kananya, (dan tisu basah di tangan kirinya) dia mengetuk pintu, tidak ada yg menjawab, rumahnya terkunci dengan gembok dan rantai, paijo menghubungi nomer handphone surti, tetapi sudah tidak aktif lagi, lalu ia mencari ke sekeliling rumah, tapi tak nampak tanda-tanda kehidupan. KEMANAKAH SURTI MENGHILANG???
BERSAMBUNG KE PART 3
ntar kalau ada waktu di update lagi,
cerita ini tidak disalin dari sumber mana pun, cerita ini asli karangan penulis sendiri, jika terdapat kesamaan nama tokoh, kisah, maupun kesamaan latar, penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya. selamat membaca.. enjoyed guys!! :D
*kalau updatenya telat, maap-maap ye..
No comments:
Post a Comment
Budayakan Blog Walking yang sehat.
saling support, saling follow, saling beri komentar.
terima kasih teman-teman bloger.