Ekstraksi
padat cair adalah suatu proses pemisahan konstituen yang dapat larut (solute) pada suatu campuran padat dengan
menggunakan pelarut atau dengan kata lain merupakan suatu proses pemisahan zat
yang dapat larut dari campurannya dengan padatan lain yang tidak dapat larut (inert) dengan menggunakan pelarut cair.
Untuk membedakan dengan ekstraksi cair cair, maka proses ini sering disebut dengan
leaching. Ekstraksi padat cair maupun
ekstraksi cair-cair pada prinsipnya sama yaitu pemisahan dua macam zat cair
dari suatu padatan dengan bantuan zat cair yang disebut (solvent).
Banyak
proses biologi, inorganik dan substansi organik terjadi dalam campuran dengan
komponen yang berbeda dalam solid.
Tujuannya adalah untuk memisahkan campuran
solute atau menghilangkan komponen solute
yang tidak diinginkan fase solid, solid dikontakkan dengan fase cair. Dua
fase ini dikontakkan dengan intim dan solute
dapat mendifusi dari fase solid ke
fase cair yang mana menyebabkan pemisahan original komponen dalam solid. Proses ini disebut liquid-solid leaching atau leaching sederhana. Istilah ekstraksi
juga digunakan untuk mendeskripsikan unit operasi, meskipun itu juga mengarah
pada liquid-liquid. Dalam leaching ketika komponen yang tidak
diinginkan dihilangkan dari solid
dengan menggunakan air, proses ini disebut washing
(pencucian) (Geankoplis, 1997: 723).
Leaching
ialah suatu perlakuan istimewa dalam satu atau lebih komponen padatan yang
terdapat pada suatu larutan. Dalam unit operasi, leaching merupakan salah satu cara tertua dalam industri kimia yang pemberian namanya
tergantung dari cara yang digunakan. Industri metalurgi ialah pengguna terbesar
operasi leaching ini. Dalam
penggunaan campuran mineral dalam jumlah besar dan tak terhingga leaching dipakai sebagai pemisah. Contohnya tembaga yang terkandung
dalam biji besi dileaching dengan
asam sulfat atau amoniak, dan emas dipisahkan dengan larutan sodium sianida. Leaching memainkan peranan penting dalam
proses metalurgi alumunium, cobalt, mangan, nikel dan timah (Tim Dosen Teknik
Kimia, 2009: 45). Ektraksi padat-cair juga digunakan dalam industri dalam
manufaktur dari kopi instan untuk menutup kembali pelarut kopi dari lingkungan
sekitar. Aplikasi lainnya dalam dunia industri termasuk ekstraksi minyak kacang kedelai
menggunakan heksane
sebagai pelarut dan discovery dari
uranium dai ores low grade dengan
ekstraksi dengan asam sulfur atau sodium karbonat (Foust dkk, 1980: 15-16).
Bila
zat padat itu membentuk massa terbuka yang permeabel atau telus (permeable) selama proses leaching itu, pelarutnya mungkin
berperkolasi (mengalir melalui rongga-rongga) dalam hamparan zat padat yang
tidak teraduk. Dengan zat padat yang tak permeabel yang tersintrgasi pada waktu
proses leaching, zat padat itu
terdispersi (tersebar) ke dalam pelarut, dan dipisah kemudian dari pelarut itu.
Kedua metode itu dapat dilaksanakan dengan sistem tumpak (batch) maupun continue
(sinambung) (Mc Cabe dkk, 1994: 80).
Dalam
beberapa kasus leaching hamaparan zat
padat, pelarutnya mungkin bersifat mudah menguap, sehingga operasinya
memerlukan tangki tertutup di bawah tekanan. Tekanan diperlukan pula untuk
mendorong pelarut melalui zat padat yang kuran permeabel. Deretan tangki
bertekanan, yang dioperasikan dengan aliran pelarut arus lawan-arah dinamakan
baterai difusi (diffusion battery). Pengurasan dengan hamparan
bergerak melalui pelarut tanpa pengadukan atau dengan sedikit sekali
pengadukan. Ekstraktor Bollman mempunyai elevator yang ditempatkan dalam suatu
rumahan. Ember-ember itu berlubang-lubang dasarnya.
Operasi
Leaching
Ada
beberapa jenis metode operasi leaching,
yaitu:
1. Operasi
dengan sistem bertahap tunggal dalaam metode ini pengontakan antara padatan dan
pelarut dilakukan sekaligus dan kemudian disusul dengan pemisahan larutan dari
padatan sisa. Cara ini jarang ditemui dalam operasi industri, karena perolehan solute yang rendah.
2. Operasi
continue
dengan sistem bertahap banyak dengan aliran berlawanan (countercurrent) dalam sistem ini aliran bawah dan atas mengalir
secara berlawanan. Operasi ini dimulai pada tahap pertama dengan mengontakkan
larutan pekat, yang merupakan aliran atas tahap kedua, dan padatan baru,
operasi berakhir pada tahap ke n (tahap terakhir), dimana terjadi pencampuran
antara pelarut baru dan padatan yang berasal dari tahap ke-n (n-1). Sistem ini
memungkinkan kecepatan didapatnya perolehan solute
yang tinggi, sehingga banyak digunakan di dalam industri (Treyball, 1985: 719).

No comments:
Post a Comment
Budayakan Blog Walking yang sehat.
saling support, saling follow, saling beri komentar.
terima kasih teman-teman bloger.